Perkembangan Bayi Anda: Saat ini menjadi sulit untuk menggambarkan secara pasti seberapa besar bayi Anda. Tetapi berat bayi yang baru lahir rata-rata sekitar 3,19 kg, dengan panjang sekitar 50 cm. Tulang tengkoraknya belum menyatu dengan sempurna. Hal itu dikondisikan agar sang bayi bisa dengan mudah melalui jalan lahirnya selama persalinan. Oleh sebab itu jangan heran jika kepala bayi Anda terlihat mengkerucut (lonjong) setelah lahir. Hal itu normal dan bersifat sementara saja untuk kemudian akan kembali menjadi bulat sempurna.
Setelah menunggu berbulan-bulan, tanda-tanda melahirkan belum juga muncul. Hal ini bisa saja terjadi pada beberapa wanita hamil. Keterlambatan ini mungkin membuat Anda sedikit frustrasi. Tapi hal ini umum terjadi, untuk memenuhi usia kehamilan sebelum persalinan. Meski ada beberapa wanita hamil yang memiliki usia kehamilan panjang tanpa alasan yang jelas. Biasanya dokter Anda akan melakukan USG untuk mengetahui apakah ada masalah atau masih harus menunggu beberapa hari lagi.
Kemungkinan dokter Anda akan melakukan pemeriksaan biofisik melalui USG. Hal ini dilakukan untuk melihat pergerakan bayi Anda, gerak pernapasannya (pergerakan otot dada dan diafragma), dan apakah ia membuka dan menutup tangannya, serta melihat jumlah cairan ketuban yang menyelimutinya. Ini penting untuk melihat seberapa baik plasentanya berfungsi.
Pemeriksaan detak jantung bayi juga akan dilakukan. Jika hasil tes ini tidak memuaskan, misalnya cairan ketubannya sangat sedikit, maka Anda akan diinduksi. JIka terjadi masalah serius yang sangat berisiko, bisa jadi Anda akan menjalani operasi sesar.
Dokter juga akan melihat kondisi leher rahim Anda, untuk melihat seberapa matang, lunak dan seberapa tipis, serta apakah sudah terbuka atau belum. Semua itu berpengaruh apakah Anda perlu diinduksi atau tidak.
Jika Anda tidak kunjung melahirkan, dokter dapat menggunakan obat-obat dan teknik tertentu untuk memancing kontraksi. Hal ini dilakukan ketika memperpanjang kehamilan berisiko tinggi terhadap Anda. Kebanyakan praktisi akan menginduksi persalinan jika Anda masih hamil antara satu dan dua minggu setelah tanggal jatuh tempo. Hal ini dilakukan karena plasenta dapat menjadi kurang efektif memberikan nutrisi pada sekitar usia minggu ke-42.
Ada berbagai metode induksi, tergantung pada situasi dan kondisi leher rahim dari masing-masing ibu hamil. Jika Anda perlu diinduksi tapi leher rahim Anda belum melebar atau menipis, Anda akan dirawat di rumah sakit dan akan memulai induksi dengan menyisipkan obat yang mengandung prostaglandin ke dalam vagina Anda. Obat ini membantu mematangkan serviks dan juga dapat merangsang kontraksi yang cukup untuk memulai proses persalinan.
Jika prostaglandin tidak berpengaruh juga, dotkter Anda kemudian akan menggunakan obat yang disebut Pitocin (juga dikenal sebagai oxytocin). Obat ini diberikan melalui IV dan digunakan untuk memancing kontraksi.
Tidak ada teknik do-it-yourself (coba-coba sendiri) yang terbukti aman dan efektif. Oleh sebab itu jangan mencoba sesuatu tanpa bimbingan dari dokter Anda. Berikut hal-hal yang mungkin pernah Anda dengar:
Anda bisa bersantai. Sewa beberapa film, membaca novel, meringkuk dengan tumpukan majalah sambil mendengarkan lagu sampai tanda-tanda melahirkan Anda muncul.